Sabtu, 24 November 2012

MOMENTUM TAHUN BARU HIJRIYAH MOMENTUM SEMANGAT PERUBAHAN



MOMENTUM TAHUN BARU HIJRIYAH
MOMENTUM SEMANGAT PERUBAHAN
Assalamualaikum…  Salam hormat  buat para pembaca sekalian. Semoga para sahabat yang telah bersedia membaca blog saya yang sederhana ini dalam Keadaan Bersemangat dalam meraih mimpi. Mimpi Hebat untuk mencapai Kesuksesan serta keberhasilan.
Amien ya Rabbal alamin…..
Alhamdulillahirabbil alamin… Para pembaca sekalian, sudah hampir dua bulan saya berada di kampung halaman saya di Ciamis. Perbedaan serta perubahan dari segi kehidupan saat di Jakarta dengan di Kampung sudah sangat terasa. Mulai dari perubahan segi Financial, Freedoom, hingga perubahan Fisik itu begitu amat terasa.
 Ketika di Ibu Kota, saya bisa mengatur keuangan saya karena adanya gajih bulanan, serta kebebasan yang begitu menyenangkan bagi ukuran seusia saya yang yang didalamnya masih mengalir jiwa darah mudaciee..ciee…!
Tetapi begitu comeback to my Village, semuanya benar-benar berubah, Keuangan yang pas-pasan, serta adanya pengawasan dari orang tua membuat ku terkadang berpikir jadi nyesel pulang ke kampung.. Apalagi fisik saya dengan cepat ikut berubah pula, hasil kerja keras saya diet dan menurunkan berat badan saya, rasanya jadi sia-sia, baru dua bulan di kampung berat badan saya naik lagi 6 Kg. Capek Deehhh…?
Tapi gak apa-apa, itulah yang namanya hidup, Pasti mesti ada perubahan disetiap waktu demi waktu guna menuju kehidupan yang lebih baik. Makanya dalam catatan saya yang kelima ini yang kebetulan masih dalam momentum Tahun baru Hijriyah saya akan membahas mengenai semangat perubahan Menuju kehidupan serta ibadah yang lebih baik lagi. Karena mungkin itulah sebagian makna dari Peringatan tahun baru Hijriyah.
Pemabaca sekalian masih ingat sejarah tentang peristiwa akan diserangnya ka’bah oleh pasukan Gajah, yang bertepatan dengan lahirnya Nabi kita Muhammad S.A W, ternyata peristiwa besar tersebut tidak dijadikan awal mula perhitungan tahun Islam.
Kemudian Diangkatnya nabi Muhammad S.A.W pada usia 40 tahun, juga tidak dijadikan ketetapan penentuan tahun Islam. Lalu kapan perhitungan tahun Islam di Mulai?
Yupz…! Benar sekali, Umat Islam Mulai menetapkan awal mula perhitungan tahun untuk umat Islam dimulai dari Hijrahnya Nabi Muhammad S.A.W bersama para sahabat Muhajirin dari kota mekkah ke kota Madinah.
Sebuah peristiwa yang memberikan makna serta pelajaran yang begitu besar kepada kita semua selaku seorang Muslim. Yupz… ! makna Hijrah yang sesungguhnya buat kita yang hidup jauh dari masa Rasul ialah Usaha serta kerja keras kita untuk melakukan Perubahan buat diri kita serta umat Guna membangun peradaban yang lebih maju.
Yang mana saat ini kita umat Muslimin meski sadar dan meski melek bahwa sesungguhnya kita telah amat jauh tertinggal dari kaum-kaum yang lain. Terutama dalam hal bidang ilmu pengetahuan.
Para pembaca sekalian tentunya pasti tahu tentang sejarah Orang yang pertama kali menginjakkan kaki di satelit bumi, yakni Bulan. Yupzz…  Sejarah mencatat pada tahun 1978 tiga orang Astronot asal Amerika serikat telah berhasil pergi ke bulan dengan meggunakan Pesawat Appolo II, ketiga astronot tersebut ialah Neil Amstrong dan Buzz Aldrin, serta satu orang lagi yang saya lupa namanya yang jelas bukan si Selamet orang Indonesia. Karena Banyak isu yang beredar di masyarakat bahwa Neil Amstrong telah berhasil mendarat di Bulan dengan Selamet, he..he..
Fakta diatas menunjukan betapa ilmu pengetahuan memegang peranan yang sangat penting Dimasa sekarang ini. Kita bisa melihat begaimana terbelakangnya kaum Muslimin dibanding kaumKaffir lainnya. Terutama oleh kaum Yahudi. Menurut data yang saya dapatkan pada tahun 2009 di dunia ini terdapat 14 juta jiwa orang yahudi. Dengan persebaran terbanyak terdapat di Wilayah Amerika dan Israel. Sedangkan populasi kaum Muslimin du dunia ini mencapai 1.500 juta jiwa. Atau sekitar 110% lebih banyak dibandingkan orang Yahudi. Dengan data ini berarti 1 dari 5 orang di dunia ini adlah Muslim. Dan untuk 1 orang Yahudi terdapat 107 orang Muslim. Lalu mengapa dengan data yang sehebat ini, yang mana kaum Muslimin jauh lebih banyak dari orang yahudi kita masih sangat terbelakang? Jawabannya adalah ilmu pengetahuan.
Kita bisa melihat sendiri bagaimana majunya kaum Yahudi di dalam ilmu pengetahuan. Tanpa kita sadari, selama ini hidup kita pun sedikit maupun banyak, bergantung dari produk-produk Yahudi. Operating System di sebagian computer kita adalah Microsoft yang dimiliki oleh seorang dermawan Yahudi, yakni Bill Gates. Jika ingin mencari data di Internet, maka kita langsung ke google atau yahoo. Yang kesemuaannya dimiliki oleh orang yahudi pula.
Atau mungkin kita lebih bangga saat makan atau nongkrong di restoran-restoran seperti McDonald’s atau  KFC dan sejenisnya, dibanding ama makan Bubur Ayam H. Sulam yang jelas kehalalalannya serta kebersihannya. He..he… Alayy….
 Disanalah pentingnya kita melakukan perubahan pola pikir serta peningkatan kualitas ibadah ke arah yang lebih baik lagi agar kita selaku umat Islam di masa kini bisa mengembalikan kejayaan yang pernah diraih umat Islam pada masa Nabi dan  ke Khilafahhan.
Akhirnya saya hanya ingin mengajak para pembaca sekalian untuk sama-sama berteriak Mengucapkan Moving On serta Takbir Allahu Akbarrr… (catatan tidak untuk yang sedang membaca di Warnet he..he…).
 Sekian dari saya, semoga bermanfaat.
Assalamualaikum Wr..Wb..

Kamis, 01 November 2012

Semangat Sumpah Pemuda


SEMANGAT SUMPAH PEMUDA
Assalamualaikum…  Salam hormat  buat para pembaca sekalian. Semoga para sahabat yang telah bersedia membaca blog saya yang sederhana ini dalam Keadaan Bersemangat dalam meraih mimpi. Mimpi Hebat untuk mencapai Kesuksesan serta keberhasilan.
Amieenn ya Rabbal alamin…
Catatan saya kali ini berbeda dari catatan-catatan saya sebelumnya. Jika catatan saya yang kemarin-kemarin, saya tulis dan saya terbitkan di Jakarta. Tapi untuk catatan saya kali ini saya tulis di kampung, Alias di Ciamis.
Yups… tepat pada tanggal 29 September 2012 saya resmi memundurkan diri dari perusahaan saya bekerja (PT. Promexx Indonesia). Dan seharusnya saya terbitkan tulisan ini pada awal Oktober lalu, Namun dikarenkan berbagai kesibukan dan tugas Kampus, serta berharap  masih adanya yang mau membaca Blog saya yang the Power of Dream part 2 (meskipun tidak ada yang ngasih komentar sama sekali di Blognya) jadi saya tunda untuk Catatan saya selanjutnya, hingga akhir bulan Oktober ini.
Sedih rasanya ketika harus menghadapi yang namanya perpisahan. Sahabat-sahabat yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri serta para senior dan atasan yang sudah saya anggap Orang tua sendiri, harus saya tinggalkan. Jarang-jarang saya bisa mendapatkan teman-teman yang begitu baik serta begitu menghargai saya walaupun posisi saya sebagai anak pendatang (perantau). Merekalah yang membuat saya merasa nyaman dan tenang tinggal di kota besar Semacam Jakarta. Kabar bahwa Jakarta itu keras sama sekali tidak saya rasakan.
Namun kehidupan harus terus berlanjut, saya tidak boleh larut dalam kesedihan ini. Toohh saya pergi pun karena mengejar sebuah cita-cita mulya. Demi melanjutkan kuliah saya yang sempat tertunda. Setujuu ibu-ibu…!!!!
Nahh… Berhubung saat ini masih bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober kemarin. Saya pun jadi tertarik untuk membahas mengenai masalah kepemudaan. Generasi Muda adalah generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet untuk melanjutkan pembangunan. Maju atau tidaknya suatu Negara di masa depan bisa dilihat dari maju atau tidaknya pemuda di negara tersebut di masa kini.
Dalam pribahasa bahasa Arab, entah ini hadits, atau petuah ulama, karena saya sendiri belum melihat teks nya, pribahasa tersebut mengatakan bahwa SUBANUL YAUMM, RIJALUL GHADAN… Yang artinya bahwa pemuda disaat ini adalah pemimpin di masa depan.
Yuupz… Benar sekali, siapa lagi yang akan melanjutkan kepemimpinan di Negara ini kalau bukan para pemuda yang ada saat ini. Namun pemuda yang bagaimanakah yang di butuhkan Negara di masa depan? Jawabannya adalah pemuda yang mampu Berpikir dan Berdzikir.
Generasi inilah yang dibutuhkan terus menerus untuk membangun suatu peradaban. Mereka bukan hanya cerdas dan memilki ilmu pengetahuan. Tetapi mereka juga beriman dan bertakwa kepada Allah Sunhahu wa Ta’ala. Setuju bapak-bapak.?
Beberapa waktu kebelakang saya melihat sebuah iklan yang disampaikan oleh salah satu ketua partai Politik di Televisi. Ia menyampaikan kurang lebihnya seperti ini, bahwa “jaman dahulu pemuda berjuang dengan nyawa, sekarang pemuda harus berjuang dengan Karya” “Dulu para pemuda berteriak Merdeka atau mati, sekarang pemuda harus bisa Mandiri atau berinovasi”.
Saya sangat kagum dan tergugah dengan kata-kata tersebut. Benar sekali, pada jaman penjajahan dulu, mereka berjuang mati-matian dengan nyawa demi meraih kemerdekaan, dan saat ini pemuda yang hidup di Jaman kemerdekaan harus mampu berkarya demi memajukan bangsa. Betul tidak Aa-Aa…???
Bukannya mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang tidak produktiv. Nongkrong di pinggir jalan, jalan-jalan yang menghamburkan uang, halah… itu bukan cirri Pemuda pejuang bangsa. Boleh si boleh nongkrong, jalan-jalan dan sejenisnya, asal dengan batasan yang wajar. Jangan sampai hal seperti itu menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan.
Oke, para pembaca sekalian, sekian dulu tulisan saya pada kesempatan kali ini,, yang udah baaca, wajib ngasih Koment nehh…
Oke, pokoknya pemuda masa kini, berjuang tanpa henti. Muda Berkarya, tua Kaya raya, Mati Insya Allah masuk surge.. Amieennnn………
Wasaalammm…

Sabtu, 22 September 2012

The Power Of Dream part 2


 
THE POWER OF DREAM
Part 2
Assalamualaikum…  Salam hormat  buat para pembaca sekalian. Semoga rekan-rekan yang telah bersedia membaca blog saya yang sederhana ini selalu ada dalam rahmat dan karunia Allah S.W.T. 
Ada sebuah pribahasa yang mengatakan, “ikatlah suatu ilmu dengan menuliskannya”. Yupz,, kata-kata tersebutlah yang selalu memotivasi saya agar selalu menuliskan apa yang saya ketahui, dan apa yang saya dapatkan. Dan salah satu cara untuk mengikat ilmu tersebut daintaranya saya tuliskan di Blog ini.
Ya.. karena memori manusia yang tak seperti memori komputer yang bisa dibuka kapan saja, maka manusia perlu mencatat ilmunya atau sesuatu yang perlu ia ingat di suatu lembaran yang bisa ia buka kembali jika suatu saat ia lupa akan ilmu atau ingatan nya tersebut.
Kali ini saya akan melanjutkan catatan saya yang berjudul The Power Of Dream. Berhubung catatan ini merupaka catatan Lanjutan, maka judulnya pun adalah The Power Of Dream Part 2.
Jadi buat para pengunjung Blog saya yang kemungkinan Baru, saran saya sebelum melanjutkan membaca Artikel yang ini, baca dulu catata saya yang sebelumnya di  The Power Of Dream yang pertama. Ibarat anda menonton Film Ketika Cinta Bertasbih 2, gak seru rassanya jika anda tidak menonton dulu Ketika Cinta Bertasbih satunya, Betull??? He..he..
Seperti janji saya di The Power Of Dream yang pertama, di catatan yang kedua ini saya akan membahas bagaimana cara merealisasikan Impian ke Dunia Nyata, serta bagaiman mempercepat impian agar cepat terwujud.
Selama saya bekerja di Toko Buku Promexx Jakarta, sambil saya bekerja, hal yang paling juga sering saya lakukan adalah membaca, terutama membaca buku-buku yang berkaitan dengan Motivasi, seperti buku-buku karya Ippho Santosa, Muhammad Assad, Ahmad R R, sampai Bong Chandra. Bahkan tidak hanya membaca dan meminjamnya saja, biar lebih bermanfaat dan lebih berkah, saya selalu membeli buku-buku tersebut.
Dan dari karya karya merekalah saya mendapatkan semangat serta motivasi hidup untuk lebih maju dan berkembang Lagi. Dan dari sana pula saya mendapatkan Rumus bagaimana Merealisasikan Impian ke Dunia nyata, serta cara mempercepat Impian agar cepat terwujud, yang saya rangkum ke dalam Rumus PPD yang sedang saya amalkan.
Yupz… Benar sekali, PPD singkatan dari Pastikan, Pantaskan dan Dahsyatkan.
1.               Pastikan
Impian dan cita-cita adalah sebuah jalan mutlak yang harus ada dalam diri calon manusia besar. Impian adalah pemandu utama jalan hidup yang akan mengarahkan jalan hidup supaya tidak membelot ke arah jalur yang salah.
Nahh, agar Impian itu tidak hanya menjadi angan-angan atau khyalan belaka, maka kita perlu memastikan Impian kita itu dengan menuangkannya kedalam sebuah kertas atau catatan untuk memastikan kapan kita harus menggapai Impian kita itu.
Lha… Kok pake di pastiin segala.?
Sebelumnya simak dulu yang satu ini :
a.       Katakanlah jika anda seorang kakak, yang mempunyai adik yang sedang kuliah. Kalau adik anda tidak berani menyebutkan kapan kuliahnya bakal kelar, berarti adik anda tidak serius dengan kuliahnya.
b.      Katakanlah anda seorang wanita Lajang, yang mempunyai teman dekat pria atau dalam bahasa Mesir dikenal dengan kata kabogoh he..he... Kalau teman dekat pria  anda tidak berani menyebutkan kapan dia akan melamar anda, berarti ia tidak sungguh-sungguh dengan anda. (saran saya,, ganti segeraaa).
c.       Diatas segalanya, jika anda memilki impian, jika anda sungguh-sungguh dengan impian anda,   maka salah satu saratnya adalah anda harus menetapkan kapan itu akan terjadi.
Sudahlah jangan banyak cing.. cong..! tetapkan saja, tidak peduli apakah anda sudah mampu atau belum pada saat ini, wong Cuma netapin impian, tidak dipungut biaya ini tho..??
Semakin jelas, semakin baik. Saya ulangi, semakin jelas semakin baik. Misalkan saja:
·         Seseorang berkata “ saya ingin Punya Gaji Bulanan setiap Bulan” , benar itu terjadi, tapi Cuma di kasih Rp 50.000 perbulan. halahhh… kekecilan.
·         Kemudia ia berkata “ saya ingin punya gajih 5.000.000 perbulan” benar itu terjadi, tapi dapatnya 25 tahun kemudian. Halahhh… kelamaan.
·         Mestinya ia bilang “ saya ingin punya Gaji bulanan 5.000.000 perbulan mulai dari Januari 2013”. Jadi jelas berapanya, jelas kapannya… Betull..???
Nah,, seperti itu pula juga anda menetapkan Impian Anda, Jadi, jika anda ingin menjadi seorang Dokter, tetapkan, kapan waktu minimal anda untuk menjadi seorang Dokter. Kemudian tuliskanlah Impian anda itu kedalam sebuah kertas kosong. Kalau perlu jadikan Sebuah poster dan di temple disebuah dinding, Agar tulisan tersebut menjadi Motivasi bagi diri anda sendiri agar lebih kuat untuk menggapai Impian anda. Setujuuuu…???
2.                  Pantaskan
Sebelum anda memantaskan diri anda, simak dulu kisah berikut ini.
Seorang Anak ingin memiliki sepeda, Lantas apa tanggapan ayahnya?
·         “ Nak, pantaskan dulu ilmunya” Ini bermaksud belajarlah bersepeda, walaupun belum punya sepeda.
·         “ Nak, Pantaskan dulu uangnya” ini bermaksud Rutinkanlah menabung tiap hari. Walaupun tabungan selama setahun pun tidak cukup untuk membeli sebuah sepeda.
·         Memang tabungan itu tidak bakal mencukupi, tapi melihat si anak sungguh-sungguh dalam belajar bersepeda dan menabung, maka si ayahlah yang akan mencukupi dan kemudian membelikan sepeda tersebut.
Begitu juga dengan anda, jika anda memiliki Impian untuk menjadi seorang pengusaha atau Entrepreneur. Belajarlah untuk hidup Jujur, supaya kelak anda menjadi seorang pengusaha yang Jujur. Meskipun saat ini anda tidak punya modal sama sekali untuk membuka usaha, siapa tahu Allah membukakan jalan kepada anda dengan modal kejujuran Anda.
Bukankah nabi pun bisa menjadi orang yang sukses di bidang perdagangan hanya bermodalkan kejujuran, Kenapa umatnya tidak mengikutinya.? Betull..???
Dan inipun bahkan berlaku dalam kehidupan Pribadi dan ibadah Anda.
Katakanlah Anda seorang Pria Lajang yang memiliki keinginan untuk menikah dengan wanita yang sholihah, cantik, nan aduhai… Lantas apa yang harus anda lakukan???
Pertama siapkan dulu ilmunya, pelajarilah ilmu dalam menjalani bahtera Rumah tangga, agar ketika Menikah kelak, anda bisa menciptakan keluarga yang Sakinah Mawadah. Meskipun anda belum memilki calon Isteri sekalipun.
Kedua Pantaskan akhlaknya, jika anda ingin memilki wanita yang sholihah, maka perbaiki lah diri anda, dalam Q.S 24: 26 dikatakan ( “ Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik”). Jadi mana mungkin jika anda ingin mendapatkan wanita yang baik sementara kelakuan anda selalu buruk?? Ya… apa kata dunia.
Ketiga Pantaskan Uangnya, ini berarti anda harus memulai untuk mengumpulkan uang anda untuk dipergunakan sebagai Mas Kawin Anda, Masak pingin wanita Cantik Mas Kawinnya Cuma Seperangkat Alat Shalat, Yaa.., Boleh si Boleh.., Tapi nabi dan kebanyakan para sahabat tidak mencontohkan Tuhh…,  yaaa mesti uang tabungan anda selama 2 tahun pun tidak dapat  untuk memenuhi mas kawin anda, tapi jika Allah melihat kesungguhan anda untuk menikah, ya Allah akan segera menyatukan anda dengan Jodoh yang terbaik buat anda. Siapa tahu Datang wanita Cantik nan sholihah, serta kaya pula, tiba-tiba datang kepada anda dan mengajak anda Untuk menikahinnya, he..he… Bagi Allah tiada yang Mustahil.
3.                  Dahsyatkan
Berhubung mata dan kepala saya sudah berat Nehhh melihat layar Note Book, jadi untuk Rumus yang ketiga saya singkat tapi saya akan berusaha untuk memadatkan makna dan kandungan dari Rahasia yang ketiga ini. Setujuu..???
Meskipun singkat, tapi Rahasia yang ketiga ini memang benar-benar Dahsyat. Ketika anda hendak memulai sesuatu, Mulai lah dengan sedekah, Dalam Terjemah Al Quran Mini yang selalu saya bawa kemana pun saya pergi, saya selalu menggaris bawahi ayat yang berhubungan dengan sedekah, Karena memang benar-benar Dahsyatnya yang namanya sedekah. dan Entah berapa Kali Allah SWT menyuruh kita untuk mengeluarkan sebagian Harta kita. Bahkan ketika Anda sakit pun, Agar ssakit  anda lekas sembuh, maka Obatilah sakit anda dengan sedekah.
Dan itu yang saya lakukan beberapa Hari kebelakang, Ketika saya terkena demam, Filek, serta Batuk-batuk, saya segera beli Obat warung, dan selanjutnya Saya sedekahin sedikit uang makan saya. Alhamdulillah tanpa harus ke Dokter, Sakit saya segera sembuh.  Padahal dengan kondisi di Perantauan, jauh dari Orang Tua, sewaktu sakit, Makan saya pun tetap tidak teratur.
Tapi kuasa Allah, Alhadulillah, sakit saya pun Cepat Hilang. Dan terakhir, pesan yang saya dapat dari Kisah Para Orang Sukses seperti Ippho Santosa, Bong Chandra, Muhammad Assad,  Donald Trump, Bahkan Orang Paling Kaya sekolong Langit pun Yaitu Biill Gates, Mereka selalu mendahulukan sedekah sebelum bergerak mencapai Impiannya, Mereka adalah orang-orang yang sukses dalam menjalani kehidupan dengan selalu Bersedekah. Dan itu pula yang diajarkan Allah dan Rasulnya. “maka dirikanlah Shalat, tunaikan lah Zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasulnya” Q.S 58:13.
SEkian  Semoga Bermanfaat. Wassalam….



        

Sabtu, 25 Agustus 2012

THE POWER OF DREAM


THE POWER OF DREAM
Assalamualaikum…  Bissmillahi Ar-rahman Ar-rahim Salam hormat  buat para pembaca sekalian. Semoga rekan-rekan yang telah bersedia membaca blog saya yang sederhana ini selalu ada dalam rahmat dan karunia Allah S.W.T.
Catatan ini merupakan catatan yang kedua dari blog Catatan sang Pejuang yang beralamat di www.tubagussopyanakbar.blogspot.com. 
Dalam catatan saya kali ini saya akan membahas tentang betapa dahsyatnya sebuah mimpi. Yang mana dengan sebuah mimpi, Thomas Alfa Edisson bisa menerangi dunia, dengan penemuan bola lampu pijarnya. Dengan sebuah mimpi Wright Bersaudara  mampu mengarungi tingginya angkasa dengan penemuan pesawat terbangnya. Dan dengan sebuah mimpi Pula bung Karno bisa memproklamirkan Indonesia sebagai sebuah Negara Merdeka.
Contoh di atas merupakan sebagian kecil dari betapa dahsyatnya mimpi seseorang yang dapat  mempengaruhi dan memberikan dampak besar bagi kehidupan Dunia.
Sebelum bercerita lebih jauh tentang dahsyatnya sebuah mimpi, saya akan membahas dulu mimpi seperti apakah yang mampu memberikan perubahan besar bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Yups, mimpi disini bukanlah sebuah mimpi yang hanya menjadi khayalan belaka, bukan pula mimpi yang terjadi di siang bolong. Kalau itu mah mimpi kali yee..! he..he..!
Tetapi mimpi disini ialah mimpi yang menyangkut dengan keinginan seseorang atau ambisi seorang manusia untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan yang dibarengi dengan tindakan guna mencapai keinginannya tersebut. Sekali lagi, mimpi yang dibarengi dengan tindakan guna mencapai keinginannya tersebut. Kalau mimpi tanpa ada tindakan, ya berarti itu mah hanya sang penghayal, hey,, ingat, kita akan membahas sang pemimpi, bukan sang penghayal. Oke, sang penghayal kita tinggalakan saja, lebih baik kita lanjutkan saja, membahas mengenai dahsyat nya sebuah mimpi.
Impian adalah jalan mutlak yang harus ada dalam diri calon manusia besar. Impian adalah pemandu utama jalan hidup yang akan mengarahkan perjalanan hidup supaya tidak membelok pada alur yang salah.
Ibarat kita berjalan ke suatu daerah yang baru, yang kita sama sekali tidak tahu jalan, dan kita sedang mencari sebuah tujuan. Untuk mempercepat kita mencapai tujuan kita tersebut, tentunya kita butuh sebuah peta atau petunjuk jalan supaya perjalanan kita tidak  tersesat kearah yang salah. Nah impian ibarat sebuah peta tersebut dalam mengarungi tujuan hidup kita.
Akan ada jurang yang cukup besar pada diri orang yang memiliki impian dengan yang tidak. Sang pemimpi selalu menjalani hidupnya dalam koridor dan alur yang terarah, Sedangkan orang yang tidak memiliki impian hidupnya seakan tak tahu arah.
Orang yang memiliki impian mampu bermain dengan arus bahkan ia berani melawan arus, asalkan keinginannya bisa ia dapatkan, tetapi orang yang tidak memiliki impian hidupnya stagnan dan hanya bisa mengikuti arus. Asal pembaca tahu, biasanya disungai yang berani melawan arus ialah ikan-ikan yang hidup yang kesana-kemari mencari makanan yang ia inginkan. Sedangkan yang biasanya terbawa arus adalah sampah-sampah bahkan kotoran atau makhluk kuning yang tak bernyawa. He..he.. tidak usah dibayangkan, lanjutkan saja membacanya.  
Impian ibarat sebuah sketsa bangunan dalam bidang arsitektur. Bangunan semegah apapun, akan sulit dimulai jika belum terdesain sketsanya. Jika sudah ada sketsanya, secara tidak langsung kita sudah punya gambaran seperti apa bangunan yang akan kita buat nantinya. Dengan sketsa, paling tidak kita sudah ada bayangan tentang bangunan itu, walaupun sebenarnya bangunan itu belum terbentuk.
Begitu juga dengan impian, sekaya apapun kita saat ini, sekuat apapun kita saat ini, secerdas apapun kita saat ini, tapi kita belum tahu, mau dibawa kemana kekayaan, kekuatan, serta kecerdasan kita, maka hasilnyapun tidak dapat diketahui pula.
Berbeda dengan orang yang memilki impian, meski ia sadar saat ini ia orang miskin, tapi ia memiliki impian untuk jadi orang kaya, maka jelaslah tujuan hidupnya adalah menjadi orang kaya.
Meski ia sadar saat ini ia adalah orang bodoh, tapi ia memilki impian untuk jadi orang cerdas, maka jelaslah tujuan hidupnya adalah untuk menjadi orang cerdas yang memilki wawasan yang sangat luas.
Yups.. orang besar adalah orang yang biasa-biasa, yang bermimpi untuk menjadikan masa depannya berubah menjadi luar biasa. From Nothing to something and from zero to hero. Jangan anda risaukan bagaimana kondisi anda saat ini, yang perlu anda risaukan adalah bagaimana kondisi anda di masa depan. Karena masa depan kita dibangun oleh mimpi-mimpi yang kita buat hari ini. Skan
Anda tidak salah lahir sebagai orang miskin, tetapi anda salah besar jika mati tetap dalam keadaan miskin. Anda tidak salah lahir sebagai orang bodoh, tapi anda salah besar jika mati tetap dalam keadaan sebagai orang bodoh. Anda tidak salah lahir sebagai orang kecil, tapi anda salah besar jika mati masih dalam keadaan sebagai orang kecil.
Untuk lebih jelas tentang betapa dahsyatnya serta betapa pentingnya seseorang memilki impian, saya akan mengajak para pembaca sekalian menyimak sebuah kisah dari tiga orang pengemis yang telah lama bersahabat.
Ini kisah tentang tiga orang pengemis yang bersahabat karib selama bertahun-tahun. Suatu hari mereka menemukan lampu ketika sedang mengorek-orek sampah. Lampu tersebut kelihatan sangat antic.
”wah antic juga nih lampu” kata pemulung pertama.
“masukin saja ke keranjang, kali aja ada yang mau beli lampu antik ini” usul pemulung kedua.
“hey,, coba deh loe perhatiin, bukankah lampu ini mirip dengan lampunya Aladin?? Coba kita gosok, kali aja keluar jinnya” kata si pemulung ketiga.
Ketika mereka menggosok lampu tersebut, beneran, tiba-tiba munculah sesosok Jin. Tanpa disengaja mereka membebaskan seorang jin yang sudah terkurung ribuan tahun lamanya di dalam lampu tersebut.
Sebagai rasa terima kasih si Jin berjanji akan memberikan apa yang di pinta oleh ketiga pengemis tersebut.
“Hey Broow,, Makasih yee, atas bantuannya, sebagai imbalan nye, ane akan ngasih Satu permintaan buat loe loe pade.” Ungkap si Jin.
Kata Pengemis pertama, Karena ia punya impian ingin punya rumah yang gede maka ia mengajukan permintaannya, “ Om Jin, Gue minta rumah yang gede, sekaligus dengan isinya”. Dan Wuss… maka berdirilah rumah yang besar plus dengan isinya.
Kata pengemis kedua, ia memiliki impian ingin jadi pengusaha, ”Om Jin, Gue mah minta dibangunin Kantor buat gue buka usaha aje dehh,”. Dan wuss… maka berdirilah kantor yang megah.
Giliran pengemis ketiga, karena ia merasa seorang pengemis, ia sama sekali tidak memilki impian dalam hatinya, pas ditanya minta apa sama si Jin, ia malah kebingungan, “wooyyy lama amat, buruan, minta apa lhoo” ungkap si Jin.
Dengan gugup si pengemis ketiga berkata” Gue pingin Pergi ke Amerika om Jin,” dan seketika wuss… sampailah ia di Amerika. Tapi dia mendadak bingung, ”eh, gimana gue pulangnya ya??”
Cerita diatas memang hanya khayalan belaka, seratus persen ngayal, tetapi saya harap cerita diatas bisa memberikan pengertian pada kita, bahwa betapa pentingnya memiliki impian.
Setujuuuu….!
Yups…! itulah sebagian kecil catatan mengenai dahsyatnya impian yang bisa saya tulis di Blog Kali ini, yang mana catatan ini terinspirasi dari sebuah buku yang ditulis oleh mas Ahmad Rifai Rif’an dalam bukunya Man Shabara Zhafira. Terima kasih mas Ahmad, bukunya keren banget.
Selanjutnya bagi pembaca yang ingin tahu bagaimana cara mengaplikasikan mimpi-mimpi kita kedunia nyata, serta bagaimana caranya agar mimpi-mimpi kita cepat terwujud, saya merumuskannya ke dalam tiga hurup PPD. Yups.. PPD yaitu singkatan dari Pastikan, Pantaskan dan Dahsyatkan yang bisa dibaca dalam catatan saya selanjutnya, dalam Artikel The Power of Dream part two.
Sekian yang bisa saya tulis pada kesempatan kali ini, semoga penulis sendiri, atau pemilik blog ini yaitu saya sendiri, bisa mengamalkan ilmu yang telah saya dapatkan serta bisa membuka wawasan pada para pengunjung blog saya, bahwa betapa pentingnya kita memilki impian, Sekian. Wassalam…

Selasa, 14 Agustus 2012


KARNA ALLAH TAHU APA YANG KITA PERLU
Assalamualaikum…  Salam hormat  buat para pembaca sekalian. Semoga rekan-rekan yang telah bersedia membaca blog saya yang sederhana ini selalu ada dalam rahmat dan karunia Allah S.W.T.
Dalam catatan saya yang pertama ini, saya ingin berbagi pengalaman hidup saya selama saya mencari nafkah atau penghasilan di ibu kota Negara kita. Yakni Jakarta. Yang mana disinilah saya mendapatkan banyak sekali hikmah serta pelajaran yang bisa saya petik  serta motivasi yang sangaaat luar biasa, yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya.
Berawal ketika  saya dilanda kebingungan, mungkin bisa dikatakan setengah prustasi, ketika saya tidak bisa melanjutkan kuliah untuk masuk semester V. Dimana saat itu banyak sekali permasalahan yang datang,  mulai dari usaha atau jualan saya  yang bisa dikatakan bangkrut, malah utang yang semakin numpuk, serta adanya keputusan pemberhentian pemberian beasiswa kepada saya, pokoknya rasanya permasalahan saat itu menjadi seabrek dehh.
(owh iya, kenapa hal tersebut membuat pusing kepala saya) sekedar sedikit cerita, meskipun usia saya pada saat itu (sekitar tahun 2010) masih sekitar 20an, tapi saya sudah mencari rezeki sendiri, mencari biaya atau keperluan kuliah sendiri, pokoknya bisa dikatakan remaja Mandiri dehh… he..he..
Makanya ketika beberapa masalah tadi, secara tiba-tiba datang bersamaan, rasanya hidup jadi tak beraturan, kacau, tak tau arah, pokoknya saat itu saya benar-benar down dehh.
Dengan terpaksa saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah semester V pada tahun itu (2011). Kemudian saya melihat beberapa teman-teman saya dikampung yang bekerja dan merantau kekota, mereka memiliki penghasilan yang bisa dikatakan wooww lahh pokokna mahh!!! Mereka semua adalah para pekerja Pabrik.
Kemudian saya pun tertarik untuk mengikuti jejak teman-teman saya ini. Dengan maksud siapa tahu setelah saya bekerja nanti, saya bisa melanjutkan kuliah saya. Saya mulai mencari informasi-informasi seputar lowongan Kerja yang bisa menerima saya untuk bekerja. Lamaran-lamaran telah banyak saya ajukan. Bahkan sempat waktu itu saya mengajukan lamaran ke sebuah perusahaan yang mana saya tahu bahwa perusahaan itu mengandung Unsur perdagangan yang dilarang dalam Agama saya (system Riba).
Tapi karena Allah Tahu apa yang kita perlu, dan Allah tahu yang terbaik buat kita, Alhamdulillah saya tidak diterima di perusahaan tersebut.
Dan tak lama kemudian keajaiban pun datang. Tiba-tiba ada seseorang yang mencari calon pekerja untuk ditempatkan di Jakarta. Nunung namanya, (eits.. tapi Nunung yang ini bukan Nunung yang sering main di OVJ lho..). Nunung ini belum pernah saya kenal sebelumnya. Karena kampung kita yang berbeda.
Dia menawarkan kepada saya untuk bekerja di sebuah Toko Buku. Awalnya saya kurang semangat mendengar kerjaannya hanya menjadi seorang penjaga Toko. Pasti gajihnya  yang ga seberapa.
Tapi yahh dari pada ga dapat kerjaan sama sekali, Saya coba ajukan lamaran ke Perusahaan yang ditawarkan Nunung tadi. Dan selang berapa hari, panggilan pun datang. Saya disuruh untuk datang kekantor toko buku tadi. Panggilannya pun datang secara dadakan, yang menyuruh bahwa esok hari saya harus datang kekantor yang beralamat di Cideng Jakarta Pusat. Padahal saya waktu itu masih di kampung saya Ciamis, dan masih dalam suasana Lebaran Pula Lagi.
Dengan perbekalan seadanya, dan persiapan yang  seadanya pula,  dengan niat yang ikhlas untuk mencari Rezeki Allah, serta perasaan berat karena meninggalkan ibu yang seorang diri di Rumah, akhirnya sekitar pukul 3 sore tanggal 6 September 2011, saya pun Bergegas menuju Kota Jakarta. Dan perlu pembaca tahu, waktu itu saya sama sekali belum tahu kota Jakarta. Karena terakhir kali saya ke Jakarta  tuh  kalau ga salah waktu saya kelas 2 SD.
Diperjalanan saya berharap, perjalan macet sehingga saya bisa datang agak siang di Jakarta, sehingga bisa langsung Interview ke Kantor. Tapi di luar dugaan Jalanan begitu lancar sehingga Bus pun Melaju dengan cepatnya. Padahal waktu itu masih H+7  hari raya idul Fitri.
Dan akhirnya sekitar  jam 12 malam tanggal 07 September 2011 saya tiba di terminal Grogol. Dan setelah tiba di Jakarta   Oh my God,  Indah sekali Kota Jakarta, suasana Modern benar-benar terasa disini. Gedung-gedung yang tinggi menjulang dihiasi lampu-lampu yang berwarna-warni. Pokoknya keren dehh.  (Udik banget ya…!! he..he..). Tapi perasaan itu tak berlangsung lama, saya langsung kepikiran harus dimana malam ini saya beristirahat. Tidak ada teman atau saudara yang bisa diminta Pertolongan untuk sekedar menginap. Karena disini saya gak punya saudara atau teman sama sekali yang bekerja di Jakarta. Dengan perbekalan yang pas-pasan gak mungkin saya harus sewa Hotel. Tapi  dengan cepat pikiran saya langsung tertuju pada masjid. Ya,, karena saya sebelumnya waktu dikampung saya sudah terbiasa tidur di Mesjid. Maka yang ada di pikiran saya waktu itu adalah mencari mesjid terdekatt, Guna melepas lelah selama perjalanan dari Ciamis menuju Jakarta. Dan tak lama kemudian akhirnya saya menemukan sebuah Mushala kecil dan kebetulan tidak dikunci. Alhamdulillah… satu masalah terselesaikan. Esok harinya saya langsung mencari Kantor untuk kelak saya bekerja nanti. Saya sewa tukang ojek agar bisa mencarikan kantor yang saya cari.
Tak lama kemudian saya bisa menemukan kantor yang saya cari. Dan akhirnya saya pun bisa lolos Interview. Kemudian saya ditempatkan kerja di jalan Juanda Gambir. Awalnya Saya sama sekali  tidak tahu, dimana alamat tersebut. 
Pas saya cari dan setelah menemukannya, perasaan saya langsung kaget, woowww, ISTIQLAL Broo..! lagi-lagi sifat udik saya keluar he..he.. saking senangnya bisa menemukan tempat saya bekerja, serta bertempat tidak jauh dari mesjid kebanggaan Orang Indonesia, serta mesjid terbesar di Asia tenggara (Istiqlal). Kemudian tidak jauh dari sana, Nampak pula Icon  Negara Indonesia, yaitu Monas. Keren-keren.
Kemudian saya masuk ke tempat saya bekerja, saya melihat buku-buku berjajar dengan rapinya, serta alat-alat elektronik yang di simpan dengan rapihnya. Luar biasa nehh tempat ku bekerja.  Dari lima lantai yang ada, saya bekerja di lantai paling bawah. 
Singkat cerita hari demi hari saya bekerja disana, pelajaran demi pelajaran saya dapatkan, ya,, saya jadi banyak tahu tentang elektronik, macam-macam alat tulis, system perdagangan, serta tidak ketinggalan saya bisa membaca buku dengan bebasnya. Wawasan pun semakin bertambah dari hasil saya membaca buku. Blog inipun saya buat berkat sebuah Motivasi yang saya dapatkan dari sebuah buku yang Berjudul Notes From Qatar yang disusun oleh Muhammad Assad. Terima kasih saudaraku (Muhammad Assad) .
Benar-benar pelajaran yang amat mahal harganya, coba jika saya tetap untuk  mencari pekerjaan di Pabrik, Mungkin saya tidak bisa mendapatkan pelajaran yang berharga ini. Dan Upah nya pun ga Jauh Beda lahh. 
Kuasa Allah emang luar biasa. Semua kejadian tidak ada yang kebetulan, semua sudah ditulis oleh Allah dengan begitu rapihnya.
Mungkin Banyak sekali keinginan yang tidak bisa kita dapatkan, tapi janganlah kita terlalu bersedih. Karena Allah telah menuliskan yang terbaik untuk kita, dan akan kita nikmati tepat pada waktunya. Kebahagiaan itu hadir tat kala apa yang diberikan Allah kita anggap sebagai karunia terbaik darinya.
Ilmu manusia sangat terbatas, sedangkan ilmu Allah tiada batas. Allah sangat maha tahu, sedangkan manusia hanya sok tahu. Allah lebih tahu apa yang diperlukan  oleh hamba-Nya, sedangkan kita hanya tahu apa yang kita inginkan. Padahal apa yang kita inginkan, belum tentu adalah apa yang paling kita butuhkan… Setuju…??? He..he..
Sekian cerita dari saya, yang semoga bisa memberikan inspirasi buat para pembaca, serta khususnya bagi penulis sendiri. Untuk tetap mensyukuri apa yang telah diberikan Allah pada kita. 
Wassalam...