KARNA ALLAH TAHU APA YANG KITA PERLU
Assalamualaikum… Salam hormat
buat para pembaca sekalian. Semoga rekan-rekan yang telah bersedia
membaca blog saya yang sederhana ini selalu ada dalam rahmat dan karunia Allah
S.W.T.
Dalam
catatan saya yang pertama ini, saya ingin berbagi pengalaman hidup saya selama
saya mencari nafkah atau penghasilan di ibu kota Negara kita. Yakni Jakarta.
Yang mana disinilah saya mendapatkan banyak sekali hikmah serta pelajaran yang
bisa saya petik serta motivasi yang
sangaaat luar biasa, yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya.
Berawal
ketika saya dilanda kebingungan, mungkin
bisa dikatakan setengah prustasi, ketika saya tidak bisa melanjutkan kuliah
untuk masuk semester V. Dimana saat itu banyak sekali permasalahan yang
datang, mulai dari usaha atau jualan
saya yang bisa dikatakan bangkrut, malah
utang yang semakin numpuk, serta adanya keputusan pemberhentian pemberian
beasiswa kepada saya, pokoknya rasanya permasalahan saat itu menjadi seabrek dehh.
(owh
iya, kenapa hal tersebut membuat pusing kepala saya) sekedar sedikit cerita,
meskipun usia saya pada saat itu (sekitar tahun 2010) masih sekitar 20an, tapi
saya sudah mencari rezeki sendiri, mencari biaya atau keperluan kuliah sendiri,
pokoknya bisa dikatakan remaja Mandiri dehh…
he..he..
Makanya
ketika beberapa masalah tadi, secara tiba-tiba datang bersamaan, rasanya hidup
jadi tak beraturan, kacau, tak tau arah, pokoknya saat itu saya benar-benar down dehh.
Dengan
terpaksa saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah semester V pada tahun
itu (2011). Kemudian saya melihat beberapa teman-teman saya dikampung yang
bekerja dan merantau kekota, mereka memiliki penghasilan yang bisa dikatakan wooww lahh pokokna mahh!!! Mereka semua
adalah para pekerja Pabrik.
Kemudian
saya pun tertarik untuk mengikuti jejak teman-teman saya ini. Dengan maksud
siapa tahu setelah saya bekerja nanti, saya bisa melanjutkan kuliah saya. Saya
mulai mencari informasi-informasi seputar lowongan Kerja yang bisa menerima
saya untuk bekerja. Lamaran-lamaran telah banyak saya ajukan. Bahkan sempat
waktu itu saya mengajukan lamaran ke sebuah perusahaan yang mana saya tahu
bahwa perusahaan itu mengandung Unsur perdagangan yang dilarang dalam Agama
saya (system Riba).
Tapi
karena Allah Tahu apa yang kita perlu, dan Allah tahu yang terbaik buat kita,
Alhamdulillah saya tidak diterima di perusahaan tersebut.
Dan
tak lama kemudian keajaiban pun datang. Tiba-tiba ada seseorang yang mencari
calon pekerja untuk ditempatkan di Jakarta. Nunung namanya, (eits.. tapi Nunung
yang ini bukan Nunung yang sering main di OVJ lho..). Nunung ini belum pernah
saya kenal sebelumnya. Karena kampung kita yang berbeda.
Dia
menawarkan kepada saya untuk bekerja di sebuah Toko Buku. Awalnya saya kurang
semangat mendengar kerjaannya hanya menjadi seorang penjaga Toko. Pasti
gajihnya yang ga seberapa.
Tapi
yahh dari pada ga dapat kerjaan sama sekali, Saya coba ajukan lamaran ke
Perusahaan yang ditawarkan Nunung tadi. Dan selang berapa hari, panggilan pun
datang. Saya disuruh untuk datang kekantor toko buku tadi. Panggilannya pun
datang secara dadakan, yang menyuruh bahwa esok hari saya harus datang kekantor
yang beralamat di Cideng Jakarta Pusat. Padahal saya waktu itu masih di kampung
saya Ciamis, dan masih dalam suasana Lebaran Pula Lagi.
Dengan
perbekalan seadanya, dan persiapan yang
seadanya pula, dengan niat yang
ikhlas untuk mencari Rezeki Allah, serta perasaan berat karena meninggalkan ibu
yang seorang diri di Rumah, akhirnya sekitar pukul 3 sore tanggal 6 September
2011, saya pun Bergegas menuju Kota Jakarta. Dan perlu pembaca tahu, waktu itu
saya sama sekali belum tahu kota Jakarta. Karena terakhir kali saya ke
Jakarta tuh kalau ga salah waktu saya kelas 2 SD.
Diperjalanan
saya berharap, perjalan macet sehingga saya bisa datang agak siang di Jakarta,
sehingga bisa langsung Interview ke
Kantor. Tapi di luar dugaan Jalanan begitu lancar sehingga Bus pun Melaju
dengan cepatnya. Padahal waktu itu masih H+7
hari raya idul Fitri.
Dan
akhirnya sekitar jam 12 malam tanggal 07
September 2011 saya tiba di terminal Grogol. Dan setelah tiba di Jakarta Oh my
God, Indah sekali Kota Jakarta,
suasana Modern benar-benar terasa disini. Gedung-gedung yang tinggi menjulang
dihiasi lampu-lampu yang berwarna-warni. Pokoknya keren dehh. (Udik banget
ya…!! he..he..). Tapi perasaan itu
tak berlangsung lama, saya langsung kepikiran harus dimana malam ini saya
beristirahat. Tidak ada teman atau saudara yang bisa diminta Pertolongan untuk
sekedar menginap. Karena disini saya gak punya saudara atau teman sama sekali
yang bekerja di Jakarta. Dengan perbekalan yang pas-pasan gak mungkin saya
harus sewa Hotel. Tapi dengan cepat
pikiran saya langsung tertuju pada masjid. Ya,, karena saya sebelumnya waktu
dikampung saya sudah terbiasa tidur di Mesjid. Maka yang ada di pikiran saya waktu itu adalah mencari mesjid terdekatt, Guna melepas lelah selama perjalanan dari Ciamis menuju Jakarta. Dan tak lama kemudian akhirnya saya
menemukan sebuah Mushala kecil dan kebetulan tidak dikunci. Alhamdulillah… satu masalah
terselesaikan. Esok harinya saya langsung mencari Kantor untuk kelak saya
bekerja nanti. Saya sewa tukang ojek agar bisa mencarikan kantor yang saya
cari.
Tak
lama kemudian saya bisa menemukan kantor yang saya cari. Dan akhirnya saya pun
bisa lolos Interview. Kemudian saya
ditempatkan kerja di jalan Juanda Gambir. Awalnya Saya sama sekali tidak tahu, dimana alamat tersebut.
Pas
saya cari dan setelah menemukannya, perasaan saya langsung kaget, woowww, ISTIQLAL Broo..! lagi-lagi sifat
udik saya keluar he..he.. saking
senangnya bisa menemukan tempat saya bekerja, serta bertempat tidak jauh dari
mesjid kebanggaan Orang Indonesia, serta mesjid terbesar di Asia tenggara
(Istiqlal). Kemudian tidak jauh dari sana, Nampak pula Icon Negara Indonesia, yaitu Monas. Keren-keren.
Kemudian
saya masuk ke tempat saya bekerja, saya melihat buku-buku berjajar dengan
rapinya, serta alat-alat elektronik yang di simpan dengan rapihnya. Luar biasa nehh tempat ku bekerja. Dari lima lantai yang ada, saya bekerja di
lantai paling bawah.
Singkat
cerita hari demi hari saya bekerja disana, pelajaran demi pelajaran saya
dapatkan, ya,, saya jadi banyak tahu tentang elektronik, macam-macam alat
tulis, system perdagangan, serta tidak ketinggalan saya bisa membaca buku
dengan bebasnya. Wawasan pun semakin bertambah dari hasil saya membaca buku. Blog
inipun saya buat berkat sebuah Motivasi yang saya dapatkan dari sebuah buku
yang Berjudul Notes From Qatar yang
disusun oleh Muhammad Assad. Terima kasih saudaraku (Muhammad Assad) .
Benar-benar
pelajaran yang amat mahal harganya, coba jika saya tetap untuk mencari pekerjaan di Pabrik, Mungkin saya
tidak bisa mendapatkan pelajaran yang berharga ini. Dan Upah nya pun ga Jauh
Beda lahh.
Kuasa
Allah emang luar biasa. Semua kejadian tidak ada yang kebetulan, semua sudah
ditulis oleh Allah dengan begitu rapihnya.
Mungkin
Banyak sekali keinginan yang tidak bisa kita dapatkan, tapi janganlah kita
terlalu bersedih. Karena Allah telah menuliskan yang terbaik untuk kita, dan
akan kita nikmati tepat pada waktunya. Kebahagiaan itu hadir tat kala apa yang
diberikan Allah kita anggap sebagai karunia terbaik darinya.
Ilmu
manusia sangat terbatas, sedangkan ilmu Allah tiada batas. Allah sangat maha
tahu, sedangkan manusia hanya sok tahu. Allah lebih tahu apa yang
diperlukan oleh hamba-Nya, sedangkan
kita hanya tahu apa yang kita inginkan. Padahal apa yang kita inginkan, belum
tentu adalah apa yang paling kita butuhkan… Setuju…???
He..he..
Sekian
cerita dari saya, yang semoga bisa memberikan inspirasi buat para pembaca,
serta khususnya bagi penulis sendiri. Untuk tetap mensyukuri apa yang telah
diberikan Allah pada kita.
Kepada Para Pembaca. Jangan Lupa yahh.. kasih komentarnya,,
BalasHapusSetuju....???