THE POWER OF DREAM
Assalamualaikum… Bissmillahi
Ar-rahman Ar-rahim Salam hormat buat
para pembaca sekalian. Semoga rekan-rekan yang telah bersedia membaca blog saya
yang sederhana ini selalu ada dalam rahmat dan karunia Allah S.W.T.
Catatan
ini merupakan catatan yang kedua dari blog Catatan
sang Pejuang yang beralamat di www.tubagussopyanakbar.blogspot.com.
Dalam
catatan saya kali ini saya akan membahas tentang betapa dahsyatnya sebuah
mimpi. Yang mana dengan sebuah mimpi, Thomas Alfa Edisson bisa menerangi dunia,
dengan penemuan bola lampu pijarnya. Dengan sebuah mimpi Wright Bersaudara mampu mengarungi tingginya angkasa dengan
penemuan pesawat terbangnya. Dan dengan sebuah mimpi Pula bung Karno bisa
memproklamirkan Indonesia sebagai sebuah Negara Merdeka.
Contoh
di atas merupakan sebagian kecil dari betapa dahsyatnya mimpi seseorang yang
dapat mempengaruhi dan memberikan dampak
besar bagi kehidupan Dunia.
Sebelum
bercerita lebih jauh tentang dahsyatnya sebuah mimpi, saya akan membahas dulu
mimpi seperti apakah yang mampu memberikan perubahan besar bagi diri sendiri
dan bagi orang lain. Yups, mimpi
disini bukanlah sebuah mimpi yang hanya menjadi khayalan belaka, bukan pula
mimpi yang terjadi di siang bolong. Kalau itu mah mimpi kali yee..! he..he..!
Tetapi
mimpi disini ialah mimpi yang menyangkut dengan keinginan seseorang atau ambisi
seorang manusia untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan yang dibarengi
dengan tindakan guna mencapai keinginannya tersebut. Sekali lagi, mimpi yang
dibarengi dengan tindakan guna mencapai keinginannya tersebut. Kalau mimpi
tanpa ada tindakan, ya berarti itu mah hanya sang penghayal, hey,, ingat, kita akan membahas sang
pemimpi, bukan sang penghayal. Oke, sang penghayal kita tinggalakan saja, lebih
baik kita lanjutkan saja, membahas mengenai dahsyat nya sebuah mimpi.
Impian
adalah jalan mutlak yang harus ada dalam diri calon manusia besar. Impian
adalah pemandu utama jalan hidup yang akan mengarahkan perjalanan hidup supaya
tidak membelok pada alur yang salah.
Ibarat
kita berjalan ke suatu daerah yang baru, yang kita sama sekali tidak tahu
jalan, dan kita sedang mencari sebuah tujuan. Untuk mempercepat kita mencapai
tujuan kita tersebut, tentunya kita butuh sebuah peta atau petunjuk jalan
supaya perjalanan kita tidak tersesat
kearah yang salah. Nah impian ibarat sebuah peta tersebut dalam mengarungi
tujuan hidup kita.
Akan
ada jurang yang cukup besar pada diri orang yang memiliki impian dengan yang
tidak. Sang pemimpi selalu menjalani hidupnya dalam koridor dan alur yang
terarah, Sedangkan orang yang tidak memiliki impian hidupnya seakan tak tahu
arah.
Orang
yang memiliki impian mampu bermain dengan arus bahkan ia berani melawan arus,
asalkan keinginannya bisa ia dapatkan, tetapi orang yang tidak memiliki impian
hidupnya stagnan dan hanya bisa mengikuti arus. Asal pembaca tahu, biasanya
disungai yang berani melawan arus ialah ikan-ikan yang hidup yang kesana-kemari
mencari makanan yang ia inginkan. Sedangkan yang biasanya terbawa arus adalah
sampah-sampah bahkan kotoran atau makhluk kuning yang tak bernyawa. He..he.. tidak usah dibayangkan, lanjutkan
saja membacanya.
Impian
ibarat sebuah sketsa bangunan dalam bidang arsitektur. Bangunan semegah apapun,
akan sulit dimulai jika belum terdesain sketsanya. Jika sudah ada sketsanya,
secara tidak langsung kita sudah punya gambaran seperti apa bangunan yang akan
kita buat nantinya. Dengan sketsa, paling tidak kita sudah ada bayangan tentang
bangunan itu, walaupun sebenarnya bangunan itu belum terbentuk.
Begitu
juga dengan impian, sekaya apapun kita saat ini, sekuat apapun kita saat ini,
secerdas apapun kita saat ini, tapi kita belum tahu, mau dibawa kemana
kekayaan, kekuatan, serta kecerdasan kita, maka hasilnyapun tidak dapat
diketahui pula.
Berbeda
dengan orang yang memilki impian, meski ia sadar saat ini ia orang miskin, tapi
ia memiliki impian untuk jadi orang kaya, maka jelaslah tujuan hidupnya adalah
menjadi orang kaya.
Meski
ia sadar saat ini ia adalah orang bodoh, tapi ia memilki impian untuk jadi
orang cerdas, maka jelaslah tujuan hidupnya adalah untuk menjadi orang cerdas
yang memilki wawasan yang sangat luas.
Yups.. orang besar adalah orang
yang biasa-biasa, yang bermimpi untuk menjadikan masa depannya berubah menjadi
luar biasa. From Nothing to something and
from zero to hero. Jangan anda risaukan bagaimana kondisi anda saat ini,
yang perlu anda risaukan adalah bagaimana kondisi anda di masa depan. Karena
masa depan kita dibangun oleh mimpi-mimpi yang kita buat hari ini. Skan
Anda
tidak salah lahir sebagai orang miskin, tetapi anda salah besar jika mati tetap
dalam keadaan miskin. Anda tidak salah lahir sebagai orang bodoh, tapi anda
salah besar jika mati tetap dalam keadaan sebagai orang bodoh. Anda tidak salah
lahir sebagai orang kecil, tapi anda salah besar jika mati masih dalam keadaan
sebagai orang kecil.
Untuk
lebih jelas tentang betapa dahsyatnya serta betapa pentingnya seseorang memilki
impian, saya akan mengajak para pembaca sekalian menyimak sebuah kisah dari
tiga orang pengemis yang telah lama bersahabat.
Ini
kisah tentang tiga orang pengemis yang bersahabat karib selama bertahun-tahun.
Suatu hari mereka menemukan lampu ketika sedang mengorek-orek sampah. Lampu
tersebut kelihatan sangat antic.
”wah
antic juga nih lampu” kata pemulung pertama.
“masukin
saja ke keranjang, kali aja ada yang mau beli lampu antik ini” usul pemulung
kedua.
“hey,,
coba deh loe perhatiin, bukankah lampu ini mirip dengan lampunya Aladin?? Coba
kita gosok, kali aja keluar jinnya” kata si pemulung ketiga.
Ketika
mereka menggosok lampu tersebut, beneran, tiba-tiba munculah sesosok Jin. Tanpa
disengaja mereka membebaskan seorang jin yang sudah terkurung ribuan tahun
lamanya di dalam lampu tersebut.
Sebagai
rasa terima kasih si Jin berjanji akan memberikan apa yang di pinta oleh ketiga
pengemis tersebut.
“Hey
Broow,, Makasih yee, atas bantuannya, sebagai imbalan nye, ane akan ngasih Satu
permintaan buat loe loe pade.” Ungkap si Jin.
Kata
Pengemis pertama, Karena ia punya impian ingin punya rumah yang gede maka ia
mengajukan permintaannya, “ Om Jin, Gue minta rumah yang gede, sekaligus dengan
isinya”. Dan Wuss… maka berdirilah
rumah yang besar plus dengan isinya.
Kata
pengemis kedua, ia memiliki impian ingin jadi pengusaha, ”Om Jin, Gue mah minta
dibangunin Kantor buat gue buka usaha aje dehh,”. Dan wuss… maka berdirilah kantor yang megah.
Giliran
pengemis ketiga, karena ia merasa seorang pengemis, ia sama sekali tidak
memilki impian dalam hatinya, pas ditanya minta apa sama si Jin, ia malah
kebingungan, “wooyyy lama amat, buruan, minta apa lhoo” ungkap si Jin.
Dengan
gugup si pengemis ketiga berkata” Gue pingin Pergi ke Amerika om Jin,” dan
seketika wuss… sampailah ia di
Amerika. Tapi dia mendadak bingung, ”eh, gimana gue pulangnya ya??”
Cerita
diatas memang hanya khayalan belaka, seratus persen ngayal, tetapi saya harap
cerita diatas bisa memberikan pengertian pada kita, bahwa betapa pentingnya
memiliki impian.
Setujuuuu….!
Yups…! itulah sebagian kecil
catatan mengenai dahsyatnya impian yang bisa saya tulis di Blog Kali ini, yang
mana catatan ini terinspirasi dari sebuah buku yang ditulis oleh mas Ahmad
Rifai Rif’an dalam bukunya Man Shabara
Zhafira. Terima kasih mas Ahmad, bukunya keren banget.
Selanjutnya
bagi pembaca yang ingin tahu bagaimana cara mengaplikasikan mimpi-mimpi kita
kedunia nyata, serta bagaimana caranya agar mimpi-mimpi kita cepat terwujud,
saya merumuskannya ke dalam tiga hurup PPD. Yups..
PPD yaitu singkatan dari Pastikan, Pantaskan dan Dahsyatkan yang bisa dibaca
dalam catatan saya selanjutnya, dalam Artikel The Power of Dream part two.
Sekian
yang bisa saya tulis pada kesempatan kali ini, semoga penulis sendiri, atau
pemilik blog ini yaitu saya sendiri, bisa mengamalkan ilmu yang telah saya
dapatkan serta bisa membuka wawasan pada para pengunjung blog saya, bahwa
betapa pentingnya kita memilki impian, Sekian. Wassalam…