MOMENTUM TAHUN
BARU HIJRIYAH
MOMENTUM
SEMANGAT PERUBAHAN
Assalamualaikum… Salam hormat
buat para pembaca sekalian. Semoga para sahabat yang telah bersedia
membaca blog saya yang sederhana ini dalam Keadaan Bersemangat dalam meraih
mimpi. Mimpi Hebat untuk mencapai Kesuksesan serta keberhasilan.
Amien ya Rabbal alamin…..
Alhamdulillahirabbil alamin…
Para pembaca sekalian, sudah hampir dua bulan saya berada di kampung halaman
saya di Ciamis. Perbedaan serta perubahan dari segi kehidupan saat di Jakarta
dengan di Kampung sudah sangat terasa. Mulai dari perubahan segi Financial, Freedoom, hingga perubahan Fisik itu begitu amat terasa.
Ketika di Ibu Kota, saya bisa mengatur
keuangan saya karena adanya gajih bulanan, serta kebebasan yang begitu
menyenangkan bagi ukuran seusia saya yang yang didalamnya masih mengalir jiwa darah muda… ciee..ciee…!
Tetapi
begitu comeback to my Village,
semuanya benar-benar berubah, Keuangan yang pas-pasan, serta adanya pengawasan
dari orang tua membuat ku terkadang berpikir jadi nyesel pulang ke kampung..
Apalagi fisik saya dengan cepat ikut berubah pula, hasil kerja keras saya diet
dan menurunkan berat badan saya, rasanya jadi sia-sia, baru dua bulan di
kampung berat badan saya naik lagi 6 Kg. Capek
Deehhh…?
Tapi
gak apa-apa, itulah yang namanya hidup, Pasti mesti ada perubahan disetiap
waktu demi waktu guna menuju kehidupan yang lebih baik. Makanya dalam catatan
saya yang kelima ini yang kebetulan masih dalam momentum Tahun baru Hijriyah
saya akan membahas mengenai semangat perubahan Menuju kehidupan serta ibadah
yang lebih baik lagi. Karena mungkin itulah sebagian makna dari Peringatan
tahun baru Hijriyah.
Pemabaca
sekalian masih ingat sejarah tentang peristiwa akan diserangnya ka’bah oleh
pasukan Gajah, yang bertepatan dengan lahirnya Nabi kita Muhammad S.A W,
ternyata peristiwa besar tersebut tidak dijadikan awal mula perhitungan tahun
Islam.
Kemudian
Diangkatnya nabi Muhammad S.A.W pada usia 40 tahun, juga tidak dijadikan
ketetapan penentuan tahun Islam. Lalu kapan perhitungan tahun Islam di Mulai?
Yupz…!
Benar sekali, Umat Islam Mulai menetapkan awal mula perhitungan tahun untuk
umat Islam dimulai dari Hijrahnya Nabi Muhammad S.A.W bersama para sahabat
Muhajirin dari kota mekkah ke kota Madinah.
Sebuah
peristiwa yang memberikan makna serta pelajaran yang begitu besar kepada kita
semua selaku seorang Muslim. Yupz… ! makna
Hijrah yang sesungguhnya buat kita yang hidup jauh dari masa Rasul ialah Usaha
serta kerja keras kita untuk melakukan Perubahan buat diri kita serta umat Guna
membangun peradaban yang lebih maju.
Yang
mana saat ini kita umat Muslimin meski sadar dan meski melek bahwa sesungguhnya
kita telah amat jauh tertinggal dari kaum-kaum yang lain. Terutama dalam hal
bidang ilmu pengetahuan.
Para
pembaca sekalian tentunya pasti tahu tentang sejarah Orang yang pertama kali
menginjakkan kaki di satelit bumi, yakni Bulan. Yupzz… Sejarah mencatat pada
tahun 1978 tiga orang Astronot asal Amerika serikat telah berhasil pergi ke
bulan dengan meggunakan Pesawat Appolo II, ketiga astronot tersebut ialah Neil
Amstrong dan Buzz Aldrin, serta satu orang lagi yang saya lupa namanya yang
jelas bukan si Selamet orang
Indonesia. Karena Banyak isu yang beredar di masyarakat bahwa Neil Amstrong
telah berhasil mendarat di Bulan dengan Selamet,
he..he..
Fakta
diatas menunjukan betapa ilmu pengetahuan memegang peranan yang sangat penting
Dimasa sekarang ini. Kita bisa melihat begaimana terbelakangnya kaum Muslimin
dibanding kaumKaffir lainnya. Terutama oleh kaum Yahudi. Menurut data yang saya
dapatkan pada tahun 2009 di dunia ini terdapat 14 juta jiwa orang yahudi.
Dengan persebaran terbanyak terdapat di Wilayah Amerika dan Israel. Sedangkan
populasi kaum Muslimin du dunia ini mencapai 1.500 juta jiwa. Atau sekitar 110%
lebih banyak dibandingkan orang Yahudi. Dengan data ini berarti 1 dari 5 orang
di dunia ini adlah Muslim. Dan untuk 1 orang Yahudi terdapat 107 orang Muslim.
Lalu mengapa dengan data yang sehebat ini, yang mana kaum Muslimin jauh lebih
banyak dari orang yahudi kita masih sangat terbelakang? Jawabannya adalah ilmu
pengetahuan.
Kita
bisa melihat sendiri bagaimana majunya kaum Yahudi di dalam ilmu pengetahuan.
Tanpa kita sadari, selama ini hidup kita pun sedikit maupun banyak, bergantung
dari produk-produk Yahudi. Operating
System di sebagian computer kita adalah Microsoft yang dimiliki oleh
seorang dermawan Yahudi, yakni Bill Gates. Jika ingin mencari data di Internet,
maka kita langsung ke google atau yahoo. Yang kesemuaannya dimiliki oleh orang
yahudi pula.
Atau
mungkin kita lebih bangga saat makan atau nongkrong di restoran-restoran
seperti McDonald’s atau KFC dan
sejenisnya, dibanding ama makan Bubur Ayam H. Sulam yang jelas kehalalalannya
serta kebersihannya. He..he… Alayy….
Disanalah pentingnya kita melakukan perubahan
pola pikir serta peningkatan kualitas ibadah ke arah yang lebih baik lagi agar
kita selaku umat Islam di masa kini bisa mengembalikan kejayaan yang pernah
diraih umat Islam pada masa Nabi dan ke
Khilafahhan.
Akhirnya
saya hanya ingin mengajak para pembaca sekalian untuk sama-sama berteriak
Mengucapkan Moving On serta Takbir Allahu Akbarrr… (catatan tidak untuk yang
sedang membaca di Warnet he..he…).
Sekian dari saya, semoga bermanfaat.
Assalamualaikum Wr..Wb..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar