Sabtu, 25 Agustus 2012

THE POWER OF DREAM


THE POWER OF DREAM
Assalamualaikum…  Bissmillahi Ar-rahman Ar-rahim Salam hormat  buat para pembaca sekalian. Semoga rekan-rekan yang telah bersedia membaca blog saya yang sederhana ini selalu ada dalam rahmat dan karunia Allah S.W.T.
Catatan ini merupakan catatan yang kedua dari blog Catatan sang Pejuang yang beralamat di www.tubagussopyanakbar.blogspot.com. 
Dalam catatan saya kali ini saya akan membahas tentang betapa dahsyatnya sebuah mimpi. Yang mana dengan sebuah mimpi, Thomas Alfa Edisson bisa menerangi dunia, dengan penemuan bola lampu pijarnya. Dengan sebuah mimpi Wright Bersaudara  mampu mengarungi tingginya angkasa dengan penemuan pesawat terbangnya. Dan dengan sebuah mimpi Pula bung Karno bisa memproklamirkan Indonesia sebagai sebuah Negara Merdeka.
Contoh di atas merupakan sebagian kecil dari betapa dahsyatnya mimpi seseorang yang dapat  mempengaruhi dan memberikan dampak besar bagi kehidupan Dunia.
Sebelum bercerita lebih jauh tentang dahsyatnya sebuah mimpi, saya akan membahas dulu mimpi seperti apakah yang mampu memberikan perubahan besar bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Yups, mimpi disini bukanlah sebuah mimpi yang hanya menjadi khayalan belaka, bukan pula mimpi yang terjadi di siang bolong. Kalau itu mah mimpi kali yee..! he..he..!
Tetapi mimpi disini ialah mimpi yang menyangkut dengan keinginan seseorang atau ambisi seorang manusia untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan yang dibarengi dengan tindakan guna mencapai keinginannya tersebut. Sekali lagi, mimpi yang dibarengi dengan tindakan guna mencapai keinginannya tersebut. Kalau mimpi tanpa ada tindakan, ya berarti itu mah hanya sang penghayal, hey,, ingat, kita akan membahas sang pemimpi, bukan sang penghayal. Oke, sang penghayal kita tinggalakan saja, lebih baik kita lanjutkan saja, membahas mengenai dahsyat nya sebuah mimpi.
Impian adalah jalan mutlak yang harus ada dalam diri calon manusia besar. Impian adalah pemandu utama jalan hidup yang akan mengarahkan perjalanan hidup supaya tidak membelok pada alur yang salah.
Ibarat kita berjalan ke suatu daerah yang baru, yang kita sama sekali tidak tahu jalan, dan kita sedang mencari sebuah tujuan. Untuk mempercepat kita mencapai tujuan kita tersebut, tentunya kita butuh sebuah peta atau petunjuk jalan supaya perjalanan kita tidak  tersesat kearah yang salah. Nah impian ibarat sebuah peta tersebut dalam mengarungi tujuan hidup kita.
Akan ada jurang yang cukup besar pada diri orang yang memiliki impian dengan yang tidak. Sang pemimpi selalu menjalani hidupnya dalam koridor dan alur yang terarah, Sedangkan orang yang tidak memiliki impian hidupnya seakan tak tahu arah.
Orang yang memiliki impian mampu bermain dengan arus bahkan ia berani melawan arus, asalkan keinginannya bisa ia dapatkan, tetapi orang yang tidak memiliki impian hidupnya stagnan dan hanya bisa mengikuti arus. Asal pembaca tahu, biasanya disungai yang berani melawan arus ialah ikan-ikan yang hidup yang kesana-kemari mencari makanan yang ia inginkan. Sedangkan yang biasanya terbawa arus adalah sampah-sampah bahkan kotoran atau makhluk kuning yang tak bernyawa. He..he.. tidak usah dibayangkan, lanjutkan saja membacanya.  
Impian ibarat sebuah sketsa bangunan dalam bidang arsitektur. Bangunan semegah apapun, akan sulit dimulai jika belum terdesain sketsanya. Jika sudah ada sketsanya, secara tidak langsung kita sudah punya gambaran seperti apa bangunan yang akan kita buat nantinya. Dengan sketsa, paling tidak kita sudah ada bayangan tentang bangunan itu, walaupun sebenarnya bangunan itu belum terbentuk.
Begitu juga dengan impian, sekaya apapun kita saat ini, sekuat apapun kita saat ini, secerdas apapun kita saat ini, tapi kita belum tahu, mau dibawa kemana kekayaan, kekuatan, serta kecerdasan kita, maka hasilnyapun tidak dapat diketahui pula.
Berbeda dengan orang yang memilki impian, meski ia sadar saat ini ia orang miskin, tapi ia memiliki impian untuk jadi orang kaya, maka jelaslah tujuan hidupnya adalah menjadi orang kaya.
Meski ia sadar saat ini ia adalah orang bodoh, tapi ia memilki impian untuk jadi orang cerdas, maka jelaslah tujuan hidupnya adalah untuk menjadi orang cerdas yang memilki wawasan yang sangat luas.
Yups.. orang besar adalah orang yang biasa-biasa, yang bermimpi untuk menjadikan masa depannya berubah menjadi luar biasa. From Nothing to something and from zero to hero. Jangan anda risaukan bagaimana kondisi anda saat ini, yang perlu anda risaukan adalah bagaimana kondisi anda di masa depan. Karena masa depan kita dibangun oleh mimpi-mimpi yang kita buat hari ini. Skan
Anda tidak salah lahir sebagai orang miskin, tetapi anda salah besar jika mati tetap dalam keadaan miskin. Anda tidak salah lahir sebagai orang bodoh, tapi anda salah besar jika mati tetap dalam keadaan sebagai orang bodoh. Anda tidak salah lahir sebagai orang kecil, tapi anda salah besar jika mati masih dalam keadaan sebagai orang kecil.
Untuk lebih jelas tentang betapa dahsyatnya serta betapa pentingnya seseorang memilki impian, saya akan mengajak para pembaca sekalian menyimak sebuah kisah dari tiga orang pengemis yang telah lama bersahabat.
Ini kisah tentang tiga orang pengemis yang bersahabat karib selama bertahun-tahun. Suatu hari mereka menemukan lampu ketika sedang mengorek-orek sampah. Lampu tersebut kelihatan sangat antic.
”wah antic juga nih lampu” kata pemulung pertama.
“masukin saja ke keranjang, kali aja ada yang mau beli lampu antik ini” usul pemulung kedua.
“hey,, coba deh loe perhatiin, bukankah lampu ini mirip dengan lampunya Aladin?? Coba kita gosok, kali aja keluar jinnya” kata si pemulung ketiga.
Ketika mereka menggosok lampu tersebut, beneran, tiba-tiba munculah sesosok Jin. Tanpa disengaja mereka membebaskan seorang jin yang sudah terkurung ribuan tahun lamanya di dalam lampu tersebut.
Sebagai rasa terima kasih si Jin berjanji akan memberikan apa yang di pinta oleh ketiga pengemis tersebut.
“Hey Broow,, Makasih yee, atas bantuannya, sebagai imbalan nye, ane akan ngasih Satu permintaan buat loe loe pade.” Ungkap si Jin.
Kata Pengemis pertama, Karena ia punya impian ingin punya rumah yang gede maka ia mengajukan permintaannya, “ Om Jin, Gue minta rumah yang gede, sekaligus dengan isinya”. Dan Wuss… maka berdirilah rumah yang besar plus dengan isinya.
Kata pengemis kedua, ia memiliki impian ingin jadi pengusaha, ”Om Jin, Gue mah minta dibangunin Kantor buat gue buka usaha aje dehh,”. Dan wuss… maka berdirilah kantor yang megah.
Giliran pengemis ketiga, karena ia merasa seorang pengemis, ia sama sekali tidak memilki impian dalam hatinya, pas ditanya minta apa sama si Jin, ia malah kebingungan, “wooyyy lama amat, buruan, minta apa lhoo” ungkap si Jin.
Dengan gugup si pengemis ketiga berkata” Gue pingin Pergi ke Amerika om Jin,” dan seketika wuss… sampailah ia di Amerika. Tapi dia mendadak bingung, ”eh, gimana gue pulangnya ya??”
Cerita diatas memang hanya khayalan belaka, seratus persen ngayal, tetapi saya harap cerita diatas bisa memberikan pengertian pada kita, bahwa betapa pentingnya memiliki impian.
Setujuuuu….!
Yups…! itulah sebagian kecil catatan mengenai dahsyatnya impian yang bisa saya tulis di Blog Kali ini, yang mana catatan ini terinspirasi dari sebuah buku yang ditulis oleh mas Ahmad Rifai Rif’an dalam bukunya Man Shabara Zhafira. Terima kasih mas Ahmad, bukunya keren banget.
Selanjutnya bagi pembaca yang ingin tahu bagaimana cara mengaplikasikan mimpi-mimpi kita kedunia nyata, serta bagaimana caranya agar mimpi-mimpi kita cepat terwujud, saya merumuskannya ke dalam tiga hurup PPD. Yups.. PPD yaitu singkatan dari Pastikan, Pantaskan dan Dahsyatkan yang bisa dibaca dalam catatan saya selanjutnya, dalam Artikel The Power of Dream part two.
Sekian yang bisa saya tulis pada kesempatan kali ini, semoga penulis sendiri, atau pemilik blog ini yaitu saya sendiri, bisa mengamalkan ilmu yang telah saya dapatkan serta bisa membuka wawasan pada para pengunjung blog saya, bahwa betapa pentingnya kita memilki impian, Sekian. Wassalam…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar